Loading...

Universitas Airlangga

Pusat Pembinaan Karir, Kewirausahaan dan Hubungan Alumni (PPKKHA)

Bagaimana Bekerja Sama dengan Baby Boomers dan Generasi-X di Tempat Kerja

Berita Umum | 16 Mei 2020 13:43 wib
“Apa yang ada di pikiran kalian tentang dunia kerja? Siapakah Baby Boomer, Generasi- X, Milenial, Gen-z, dan Generasi Alpha? Apa perbedaan di antara mereka? Apa tantangannya jika mereka bekerja bersama? Dan bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut?”, begitulah pertanyaan yang diungkapkan oleh Syahdhaniar Arifah saat mengawali seminar Airlangga Career Club (ACC).


Syahdhaniar Arifah merupakan alumni Fakultas Psikologi Universitas Airalangga yang lulus pada tahun 2009. Saat ini beliau merupakan Manager Assessment PT Kereta Api Indonesia, Bandung. Beliau diundang oleh Pusat Pembinaan Karir, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni (PPKKHA) untuk memberikan materi dalam seminar ACC yang bertema “Collaboration In The Workplace, & How Millenial Get ALong With Baby Boomers”.


Pada awal materi, pembicara menyampaikan klasifikasi generasi berdasarkan BBC, (n.d.) & Debczak, (2019). The Silent Generation adalah generasi yang lahir di tahun 1926 – 1945. Baby Boomers lahir di tahun 1946 – 1964, Generation-X lahir di tahun 1965 – 1980, Millennials lahir di tahun 1981– 1996, Generation Z  lahir di tahun 1997 – 2012, dan Alpha Generation lahir di tahun 2013 dan seterusnya.


Pembicara menyampaikan berbedaan dari masing-masing generasi dan bagaimana cara berkolaborasi dengan masing-masing generasi di tempat kerja. Arifah memberikan 7 cara agar dapat bekerja sama secara baik lintas generasi.


“Pertama, pahami bahwa Baby boomers dan Gen-X tidak biasa menggunakan teknologi seperti Millennials dan Gen-Z, jadi ajarkan mereka bagaimana menggunakan teknologi secara maksimal dan efisien. Kedua, minta saran ke Baby Boomers dan Gen-X, meskipun kamu dapat mendapatkan jawaban atau solusi dari google atau rekan Millennials dan Gen-Z lainnya”, ungkap Arifah.


Kemudian beliau melanjutkan, “Ketiga, pahami karakteristik Baby Boomers dan Gen-X, sehingga memudahkan kalian untuk berkomunikasi. Contoh, Baby Boomers lebih jarang memberikan feedback, sedangkan Millennials menginginkan feedback rutin. Kalian bisa mengkomunikasikan ini dengan Baby Boomers di kantor”.


Mutual mentorship between Baby Boomers-Gen-X and Millennials-Gen Z. Contoh, ketika sedang rapat dengan mayoritas Millennials, salah satu dari mereka bisa membantu Baby Boomers atau Gen-X yang tidak paham akan pembahasan atau bahasa atau term yang digunakan dalam rapat. Jangan lupa untuk sharing goals dalam karir, sehingga Baby Boomers- Gen-X maupun Millennials- Gen-Z paham bahwa mereka satu tujuan. Dan terakhir, seringlah berdiskusi dan brainstorming. Komunikasikan cara bekerja yang diinginkan oleh Millennials- Gen-Z kepada Baby Boomers- Gen-X, dan sebaliknya”.


Alumni Psikologi Unair itu juga menjelaskan sebaran usia pekerja di PT KAI. Jumlah Baby Boomers di PT KAI berada pada persentase 0.01%. Generasi-X sebanyak 35%,   Millenial sebanyak 52 %, dan Gen-Z sebanyak 14%. Tidak hanya itu, sebelum mengakhiri materi, beliau memberikan materi tambahan mengenai hal-hal apa saja yang dicari oleh PT KAI saat psikotes.


Seminar ACC tersebut dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2020 melalui Zoom. Dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB, lebih dari 200 peserta turut hadir dalam seminar. Seminar ACC merupakan salah satu kegiatan rutin PPKKHA yang diselenggarakan setiap minggunya. Seluruh peserta antusias dalam mengikuti seminar tersebut.



Penulis: Rainyta Andyana Putri


Link
Dilihat 42 kali