Meidi Lazuardi

Menjadi Praktisi Hukum merupakan salah satu cita-cita Meidi Lazuardi selain menjadi Diplomat. Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga tersebut mendaftarkan diri dalam program Sipenmaru tahun 1984. Selama menjadi mahasiswa, beliau banyak melibatkan diri dalam kegiatan kemahasiswaan, diantaranya adalah Kelompok Diskusi, Kelompok Belajar/Tenteer, Paduan Suara, dan Kegiatan Outdoor lainnya seperti  Camping dan Sepakbola. Selain itu beliau juga terlibat aktif dalam Organisasi Senat Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa sebagai salah satu anggota yang membantu kegiatan pengurus harian. Tidak hanya aktif dalam berorganisasi saja, beliau pun juga aktif mengambil kursus bahasa sebagai bekal bekerja nantinya.

Beliau bercerita bahwa dalam dunia pekerjaan, pengalaman organisasi sangat membantu dalam membina hubungan dengan rekan sekerja/atasan. Disamping juga dapat mempermudah networking dengan relasi di industri Perbankan yang beliau geluti. 

Walaupun memiliki cita-cita sebagai diplomat, beliau memutuskan untuk mengawali karir dengan berkiprah pada dunia perbankan terlebih dahulu. Pada tahun 1989 beliau diterima bekerja sebagai Senior Clerk (satu jabatan tertinggi untuk posisi Non-Officer) pada salah satu bank swasta terbaik saat itu yaitu Bank Duta. Beliau menambahkan bahwa pilihan awal karirnya tersebut beliau pergunakan untuk mengasah ilmu secara bertahap. 

Keputusan beliau nyatanya membuat beliau semakin berkembang dalam karir. Beliau berhasil menjadi lulusan terbaik dalam program OOP Bank Duta dan menyadarkan beliau bahwa apapun bisa diperjuangkan. Beliau mengatakan bahwa “tidak pernah ada langit yang terlalu tinggi atau tembok yang terlalu tebal untuk mimpi yang baik”.

Selalu menekankan diri untuk bersikap professional, continue self improvement, humble and be open minded, tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah,  tidak takut gagal, serta mampu bekerja sama dan menjalin hubungan dengan kolega lah yang mampu membuat beliau kini berhasil menjadi Pimpinan pada sebuah Perusahaan.  Dengan menyelesaikan Degree Magister Management di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI), Jakarta dan Degree Master Business Administration di Monash-Mt.Eliza Business School (MMBS), Melbourne, Australia Pada tahun 1998 beliau semakin mantap dalam karir, tidak hanya dalam perbankan melainkan juga bidang usaha lainnya.

Pada tahun 2000-2004, beliau bergabung dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang saat itu mengelola seluruh asset kredit Perbankan Nasional. Beliau termasuk salah satu yang ditunjuk untuk menangani dan merestrukturisasi asset kredit.  Selanjutnya pada tahun 2005 hingga saat ini, beliau bergabung dengan Kelompok Usaha Medco dengan memimpin Anak Perusahaan dalam berbagai bidang usaha.

Sebagai Pimpinan Perusahaan dengan banyak pegawai dibawahnya, beliau memberikan saran kepada pencari kerja bahwa untuk meniti karir harus memiliki kriteria disiplin dalam bekerja, bertanggung jawab dan jujur, memiliki motivasi yang tinggi, dapat beradaptasi dengan budaya perusahaan, dapat memberikan konstribusi sesuai keahliannya serta kompeten dalam bidangnya, dan dapat bekerjasama sebagai satu tim yang solid. Sedangkan saran beliau khususnya untuk alumni Universitas Airlangga adalah  “Kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Yang perlu ditakuti adalah tidak memiliki keberanian untuk mencoba dan memulai.” Menurut beliau sejarah telah menunjukan bahwa pemimpin yang berulangkali gagal dan salah, tapi belajar dan maju kembali, malah tambah hebat dan dihormati. “Gunakan kegagalan sebagai cambuk untuk belajar dan bangkit kembali, untuk menghasilkan prestasi yang lebih baik” tambah beliau. Selain itu, beliau juga berpesan agar mulai menentukan karir yang ingin dicapai sejak masih pada semester awal kuliah. Kemudian, pikirkan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Beliau yakin apabila Universitas Airlangga memiliki tim khusus yang mengelola alumni dengan aktif serta sering melakukan kegiatan dengan mengundang alumni untuk berpartisipasi maka untuk mencapai Top 500 of World Class University tidaklah sulit. Apalagi mengingat jumlah Alumni Universitas Airlangga sudah melebihi 100.000 Alumni, hanya tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik.