Indonesia Creative Millenials Community (ICMC) bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Karier dan Kewirausahaan (PPKK) telah menyelenggarakan talkshow dan workshop fotografi. Tema talkshow yang diangkat adalah Kondisi dan Proyeksi UMKM di Era Revolusi Industri 4.0. Acara ini dimoderatori oleh Elni Nainggolan. Elni Nainggolan merupakan anggota dari Indonesian Creative Millenial Community. Talkshow dan workshop fotografi ini berlangsung pada 18 Mei 2019 dengan dihadiri oleh 70 UMKM.

Talkshow yang dilaksanakan di aula Soetandyo Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga ini menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama adalah Ir. Firman Asyari. Beliau merupakan founder dari Batik Teyeng. Pembicara kedua adalah Nadya Silma yang merupakan owner ScrapSby. Pembicara ketiga adalah Dr. Tri Siwi Agustina, SE., M.Si. Beliau merupakan Koordinator Kewirausahaan PPKK Universitas Airlangga.  

Ir. Firman menyampaikan bahwa untuk mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0 harus jeli melihat peluang dan berinovasi. Termasuk membuat sesuatu yang unik. Kendala yang dialami oleh Ir. Firman selaku pengrajin Batik Teyeng adalah kurangnya waktu dan tenaga yang dialokasikan untuk melakukan pemasaran di media sosial atau marketplace.  Hal tersebut dikarenakan mereka para pengrajin juga harus membagi waktu dan tenaganya untuk melakukan produksi.  

“Inovasi memang mutlak diperlukan terutama bagi generasi muda”, ungkap Nadya Silma selaku pembicara kedua. Sebagai pengusaha muda yang memproduksi scrapbook, diperlukan banyak bertanya dan update informasi tentang selera generasi muda. Target market merupakan salah satu kunci keberlangsungan usaha.

Dr. Tri Siwi Agustina menyampaikan materi tentang Revolusi Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan internet of/for things diibaratkan seperti yang dialami oleh PT. Pos Indonesia. Di mana PT. Pos Indonesia yang dulu merajai dalam hal pengiriman surat, dokumen, dan wesel harus memutar otak dengan hadirnya teknologi informasi dan teknologi perbankan.

Pembicara ketiga juga menyampaikan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ditandai dengan kondisi antara lain siklus produk yang pendek dan selera konsumen yang cepat berubah harus mau berinovasi. Hal tersebut dikarenakan bagaimanapun juga bisnis UMKM akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian negara Indonesia selama negara Indonesia menjadi negara berkembang.

Terakhir, pembicara ketiga menyampaikan kiat untuk dapat beradaptasi di era Revolusi Industri 4.0 adalah beradaptasi terhadap teknologi informasi, penguasaan ilmu pengetahuan termasuk managerial usaha, dan kualitas (Sumber Daya Manusia) SDM yang tinggi.

Sebelum acara diakhiri, diberikan uraian tentang visi dan misi ICMC dalam pendampingan usaha kecil dan menengah di kota Surabaya. Hadirnya ICMC ditujukan untuk menutup celah antara kemampuan UMKM dengan perkembangan teknologi dan informasi pada Revoludi Indukstri 4.0.   

Post Views : 47 times