Gaji Pegawai Perempuan dan Laki-laki Dibedakan, Masihkah?

Terdengar sudah tidak asing lagi bahwa perempuan di seluruh dunia lebih sulit mendapat pekerjaan dibandingkan dengan laki-laki. Belum lagi permasalahan gaji yang turut merambah. Perempuan mendapat pekerjaan yang dibayar lebih sedikit daripada laki-laki.

Seperti data yang disampaikan oleh ILO, bahwa kemajuan penting yang telah dicapai dalam upaya perbaikan prospek kerja bagi perempuan selama 20 tahun terakhir masih dalam tahap pelaksanaan atau realisasi. Nyatanya masih banyak pula upaya yang harus dilakukan guna menutup ketidaksetaraan berkepanjangan yang dialami oleh perempuan di dunia. Survey menunjukkan angka hanya ada 6 perempuan yang memiliki pekerjaan untuk setiap 10 pria yang bekerja. Terlihat jelas bahwa fakta ini menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam perihal kesetaraan. Kesenjangan itu secara signifikan lebih luas terdapat di negara-negara berpenghasilan menengah yang sedang berkembang.

Permasalahan semacam ini sebenarnya bukan muncul dari kurangnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja, akan tetapi masih banyaknya rintangan lainnya. Seperti norma sosial dan norma budaya lainnya yang memberi pengaruh sangat besar. Isu sosial dan budaya kerap kali menjadi hambatan bagi perempuan untuk bekerja. Banyak faktor pula yang akhirnya menyebabkan gaji antara pegawai perempuan dan laki-laki dibedakan.

Akan tetapi nampaknya kini mulai ada satu titik cerah. Perbedaan gaji berdasarkan gender bukan lagi menjadi hal yang dianggap baik dan layak untuk terus berlanjut. Pasalnya kini mulai ada gerakan di sebuah negara yang terkenal di seluruh dunia dalam urusan memajukan ekonomi perempuan. Adalah Islandia, menjadi negara pertama yang melakukan gerakan melawan diskriminasi terkait penghasilan. Pemerintah Islandia melarang tiap-tiap perusahaan memberi gaji yang tidak adil terhadap perempuan dan laki-laki. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada awal tahun ini, yaitu 1 Januari 2018. Sebelumnya, Islandia merupakan negara yang memiliki celah penghasilan antara perempuan dan laki-laki terendah. Perempuan dan laki-laki digaji hampir setara sesuai dengan profesi dan jabatan dan hal ini telah berlangsung selama 9 tahun terakhir.

Bersama dengan dengan Forum Ekonomi Dunia, Islandia mengupayakan untuk menghilangkan kesenjangan atau ketimpangan penghasilan berdasarkan gender pada tahun 2022. Selain Islandia, negara Eropa lain seperti Swiss, Austria, dan Inggris ternyata juga telah melakukan sejumlah langkah yang sama untuk menghapus ketimpangan penghasilan. Nah, dengan demikian artinya muncul harapan baru bagi seluruh perempuan di dunia termasuk di Indonesia untuk memiliki kesempatan berkarir secara maksimal tanpa lagi terganggu permasalahan ketimpangan penghasilan.