Bingung, Karyawan atau Wirausahawan?

Jumlah wirausaha di Indonesia sampai tahun 2016 tercatat hanya 1,65% (dilansir dari Kompas.com) dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia. Itu tandanya jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat kecil dan sedikit. Begitu juga angka pengangguran dengan jumlah lulusan sarjana juga semakin meningkat karena kurangnya lapangan pekerjaan. Sebagian orang akan berpikir, jika menjadi wirausaha harus memiliki modal besar dan belum lagi tingkat kerugiannya. Akan tetapi, menjadi karyawan juga tidak menjamin akan sukses. Dapat pekerjaan saja sulit, bagaimana bisa sukses tanpa bertindak apa-apa?
Lantas, harus menjadi karyawan atau wirausahawan? Atau justru menjadi keduanya?

Modal Apa yang Kamu Punya?

Modal yang dimaksud disini nggak cuma meliputi tentang besar kecilnya rupiah yang kamu kantongi tapi juga meliputi kemampuan apa yang kamu miliki untuk menunjang karirmu. Kamu hobi menjahit? Pernahkah kamu berpikir kalau kamu akan menjahit baju-baju pesanan orang dan akhirnya hobi jadi profesi? Atau, dengan modal yang kamu miliki, kamu bercita-cita untuk menjadi karyawan di industri pemasok bahan baku baju? Tentu hal ini menjadi modal utama kamu dalam memilih untuk bekerja dengan perusahaan atau berwirausaha. Segala sesuatu pasti memiliki resiko, tergantung bagaimana niat dan komitmen ketika menjalaninya.

Mau Menggaji atau Digaji?

Dalam bekerja dengan perusahaan atau berwirausaha, kita pasti memikirkan penghasilan yang banyak. Kalau karyawan akan menerima gaji setiap bulan sesuai dengan kesepakatan. Kalau wirausaha, tentu saja kamu akan mendapatkan penghasilan dari usahamu dan memberi gaji bagi karyawan yang bekerja di bidang usahamu. Jadi, pilihannya sekarang adalah apakah kamu ingin mendapatkan gaji atau justru memberi gaji?

Kreatifkah Dirimu?

Kalau kamu merasa dirimu kreatif dan penuh ide-ide baru ketika melihat terdapat sebuah masalah di lingkungan sekitar, sepertinya kamu akan cenderung mencoba untuk membuka usaha berupa jawaban dari permasalahan yang ada. Kalau kamu lebih suka mengabaikannya, maka kamu akan cenderung memilih untuk bekerja yang mengalir sesuai apa adanya.

Tidak menutup kemungkinan kamu bahkan bisa melakukan keduanya di waktu yang sama. Tapi perlu diingat, kamu harus fokus pada keduanya. Karena kamu tidak bisa melepas pertanggungjawaban begitu saja ketika sudah memutuskan untuk memilih menjadi pegawai sekaligus wirausaha.